Diawal tahun 2017 dunia pendidikan Indonesia dikejutkan dengan "Peraturan Menteri Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2017" atau yang lebih dikenal dengan permen nomor 20 tahun 2017. Permen tersebut mengenai pemberian tunjangan profesi dosen dan tunjangan kehormatan profesor.

Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan Tridharma Perguruan Tinggi selain menyelenggarakan pendidikan. Jadi bagian mana yang mengejutkan dunia pendidikan Indonesia ?

Berikut ini bagian yang mengejutkan tersebut :

 

Pasal 4

(1) Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi Dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan:

a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau

b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, paten, atau karya seni monumental/desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

 

Dan pada pasal 5 pada ayat (1) huruf c disebutkan "Tunjangan profesi bagi Dosen dihentikan sementara tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 khusus bagi Lektor Kepala".

Sedangkan bagi seorang Profesor akan diberikan Tunjangan kehormatan apabila memenuhi persyaratan yaitu telah menghasilkan:

1. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional; atau

2. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, paten, atau karya seni monumental/desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

 

Peraturan Menteri tersebut dibuat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia yang sudah tertinggal oleh negara lain. Untuk itu mari kita sama-sama menggiatkan publikasi.

P3M DI FACEBOOK